AKU BERHARGA


Hallo guys.....

Bagaimana kabarmu hari ini?

Apakah harimu berjalan dengan baik?

Apakah berjalan sesuai dengan harapanmu?

Aku berharap hari yang kalian lewati berjalan dengan baik dan semoga tetap baik untuk hari – hari berikutnya….Aminnn

Sebelum aku menceritakan topic yang akan kutulis hari ini, aku ingin memberikan sebuah kalimat yang semoga dapat mengubah pola pikir negatifmu menjadi positif 😊😊




“Tetap bahagia apapun yang terjadi, tapi tetap percaya di tengah masa-masa 

sulit bahwa hari yang lebih baik pasti akan datang pada waktunya”  


Baiklah ditulisan kali ini aku akan menceritakan keaadaanku saat ini dan bagaimana aku menyikapinya, sehingga aku bisa bertahan dan memilih untuk membagikan ceritaku kepada kalian semua.

Akhir – akhir ini aku merasa sangat lelah 😢, aku merasa diriku mengalami depressi yang sangat parah sampai aku kehilangan diriku yang dulu. Setiap bangun dari tidurku pikiranku kosong, aku merasa duniaku hampa, bahkan aku tidak bisa merasakan apapun. Aku berharap ini semua hanya mimpi buruk yang terjadi padaku, aku berharap mimpi ini akan berakhir ketika aku bangun dari tidurku dan aku bisa melanjutkan hariku dengan baik, namun ini semua nyata dimana aku mengalami fase yang aku harus jalani dan memastikan bahwa aku akan baik-baik saja untuk menyelesaikan fase ini.

Fase ini sangat sulit bagiku dimana aku dituntut dan dipaksa untuk menjadi bernilai dan berharga walaupun tidak ada seorangpun yang mengatakan itu padaku, tapi perasaan ini mengatakan bahwa aku seperti dipaksa oleh sesuatu. Sesuatu itu benar – benar mengganggu pikiranku. Setiap malam pikirian itu selalu muncul tanpa aba – aba sampai aku kesulitan untuk tidur. Aku sempat mencari tahu mengapa hal itu terjadi dan ternyata itu terjadi karena aku terlalu memikirkannya dan mencemaskannya tanpa aku minta, bisa dibilang sekarang aku mengalami OVERTHINKING.

Awalnya aku menerima bahwa aku seorang OVERTHINKER, karena menurutku pikiran – pikiran yang selalu menggangguku dan mencemaskan itu memang sudah seharusnya aku pikirkan. Karena pikiran itu menyakut masa depanku, bagaimana tidak pikiran yang muncul itu mengatakan “Apakah aku bisa menjadi sukses? Bagaimana aku bisa meraih kesuksesan itu? Kemampuan apa yang akan ku andalkan untuk meraih kesuksessan itu? Bahkan nilai IPK ku saja masih belum cukup untuk mencapai sukses yang kuinginkan. Apakah kedepannya aku bisa mandiri? Apakah aku bisa membiayai hidupku dimasa depan? Apa yang harus kulakukan dengan diriku yang serba kekurangan ini? Akankah ada orang yang mau menerimaku yang banyak kekurangan seperti ini? Bahkan sampai sekarang aku belum mempunyai target yang ingin aku capai, semua itu terus mengganggu pikiranku. Hari – hari yang kulewati bersama pikiran – pikiran itu membuat aku merasa terserang setiap harinya. Hal – hal yang tidak ku inginkan untuk terjadi padaku tidak bisa aku hindari, emosiku berubah – ubah setiap menit, perasaanku tiba – tiba begitu sakit. Aku bahkan tidak tau sebabnya apa. Aku tidak bisa mengendalikan diriku terhadap orang lain, aku merasa orang - orang terus menyalahkanku. Ketika aku dalam emosi yang baik aku terus memikirkan apa yang terjadi dengan diriku. Setiap malam aku menangis karena pikiran itu membuat tingkahku semakin buruk setiap harinya, itu sangat membuatku takut dan cemas, aku bahkan tidak mampu menceritakannya pada siapapun tentang apa yang terjadi denganku. Namun, aku selalu berharap ada seseorang yang peduli denganku dan menanyakan keaadaanku saat ini. Tetapi itu hanya sebuah harapan yang bodoh, karena tidak seorangpun yang peduli denganku bahkan pikiranku mengatakan orangtuaku sendiri tidak memahami keadaanku saat ini. Aku sangat takut, aku merasa terasingkan, aku merasa diriku tidak berguna, aku merasa aku tidak memiliki masa depan, aku merasa tujuan hidupku tidak ada lagi, aku merasa sudah hancur, bahkan aku merasa tidak ada tempat untukku di dunia ini.

Sepanjang malam aku terus memikirkan dan mencemaskan hal – hal itu dan terus menerus menyalahkan diriku sendiri, sampai mataku lelah untuk menangis , otakku lelah untuk berpikir dan hatiku lelah untuk menahan semua ini sampai akhirnya ketika bangun dari malam itu aku merencanakan untuk mengakhiri hidupku, dan sebelum melakukannya disaat itu juga aku disalahkan oleh hal yang bukan kesalahanku dan hatiku benar – benar sakit. Saat itu juga aku tidak bisa menahan diriku lagi untuk mengakhiri hidupku, disaat itu mataku dihadapkan oleh pisau yang ada dikamarku dan aku mengambilnya dan sambil menangis aku sengaja menggoreskannya ke tanganku. Namun, seketika itu pikiranku seperti ada yang membolak – balikkan. Pikiran itu mengatakan

“Mengapa aku harus dilahirkan tanpa aku minta?”

“Hey, kau terlahir karena itu bentuk kasih sayang Allah SWT kepadamu, tanpa kau minta Allah telah menciptakanmu kedunia untuk bisa merasakan dunia ini”

“Tapi aku tidak suka dunia ini, terlalu kejam untukku”

“Itu berarti Allah menginginkan kamu slalu bersabar dan kuat dalam menahan diri dari hal – hal yang membuatmu goyah”

“Tapi mengapa Allah menjadikanku seperti saat ini? Mengapa ini terjadi padaku? Dan bagaimana aku harus bertahan jika orang – orang di dunia ini tidak ada yang peduli denganku?”

“Allah melakukan ini kepadamu karena Allah sangat sayang kepadamu, kamu tidak perlu takut. Tidak mungkin kamu diciptakan dengan sia – sia. Allah SWT  akan slalu ada dan setia kepadamu, karena hanya Allah dan dirimu yang dapat kamu percaya dan kamu andalkan untuk melakukan sesuatu di dunia ini.”

Dan saat itu juga aku menghentikan pisau yang aku goreskan ke tanganku, lalu aku mendamaikan hati dan pikiranku sejenak. Di hari itu aku benar – benar berjuang untuk berdamai dengan diriku sendiri, aku kembali  menghadap Allah SWT dan memohon kepada-Nya agar aku diberi kekuatan, kesabaran dan kemudahan untuk menjalani hidup ini. Aku benar – benar menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada-Nya. Aku terus berdoa dan berharap agar aku bisa menghadapi ini semua. Dan setelah itu, aku berpikir keadaan ini terjadi karena aku tidak percaya dengan diriku sendiri, aku kurang mengahargai diriku sendiri, terlebih lagi aku belum mencintai diriku sendiri. Sebenarnya aku terlalu terburu – buru memikirkan semua ini, sehingga aku takut untuk melangkah. Aku berpikir jika aku melangkah apakah aku akan berhasil? Bagaimana jika gagal? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku menghadapi diriku saat itu? Dan semua itu ternyata pikiran pesimisku dan aku tidak percaya dengan diriku untuk melakukannya. Jadi, aku selalu memikirkan kekuranganku tanpa memikirkan kelebihanku.

Tanpa aku sadari bahwa aku sangat berharga

Aku berharga karena aku sangat antusias terhadap sesuatu yang ingin aku capai

Aku berharga karena aku dapat memahami keadaan seseorang jika mereka ingin meminta pendapatku tentang keadaan mereka

Aku berharga karena aku pernah berhasil mencapai sesuatu yang aku inginkan

Aku sangat berharga karena aku memiliki kemampuan yang teman – temanku sulit untuk melakukannya

Aku sangat berharga karena masih ada orang yang membutuhkan pendapat dariku

Aku sangat berharga karena masih ada orang yang mau belajar sesuatu dariku

Aku sangat – sangat berharga….

Tetapi sekarang aku bisa berpikir terbuka bahwa semua yang dipikirkan hari ini tidak harus dikerjakan hari ini juga, beri waktu untuk dirimu untuk mempersiapkan cara yang tepat untuk melakukannya. Karena jika kamu melakukan dengan terburu – buru banyak kesulitan yang akan kamu hadapi seperti, kamu tidak tahu mau mulai dari mana, kamu merasa tidak yakin dengan apa yang akan kamu lakukan, belum lagi kamu menyikapi bagaimana jika hasilnya tidak sesuai yang kamu inginkan. Dan semua itu bahkan membuat dirimu lebih merasa  tidak berharga.

Jadi, teman – teman ada bebarapa motivasi yang membuatku bisa bertahan sampai saat ini yaitu

1.    Sadari, Akui, dan Perbaiki Situasi

“Biasakan menghadapi kenyataan. Jika ada sesuatu yang tidak sesuai harapan, atau terjadi masalah/kesalahan jangan menghindarinya, atau berusaha seakan itu tidak ada. Tenangkan dirimu terlebih dahulu, lalu focus pada apa yang bisa kamu lakukan selanjutnya, dan bukan memikirkan kenapa kamu sial, terus mengasihani diri, atau mencari siapa yang bisa disalahkan. Ketika pikiranmu mulai negative, alihkan perhatianmu dengan kegiatan produktif. Fokuslah pada solusi”

 

2.   Hindari Pikiran Ekstrime

Yang bikin kita sering takut atau cemas itu pikiran bahwa kemungkinan keadaan cuma 2 : kalau tidak sangat baik, ya sangat buruk.

“Jadi, jangan lihat keadaan sebagai baik atau buruk, lihatlah sebagai kondisi netral. Baik buruknya, seringkali tergantung pikiran dan respon kamu senidiri”

 

3.   Biasakanlah BERSYUKUR

 

4.   Caramu memandang diri sendiri

“Biasakan memperkatakan hal yang baik tentang dirimu sendiri. Jangan hanya memikirkan kekuranganmu, tapi ingat juga kelebihan dan pencapaianmu. Hargailah dirimu untuk itu”

 

Untuk kamu yang sedang merasa kehilangan harapan, kehilangan arah dan tujuan….seakan segalanya dalam hidupmu adalah kesalahan, aku hanya ingin kamu tahu

“selama kamu masih bernapas, maka selalu ada harapan”

“Masih ada waktu untuk bertumbuh”

“Masih ada kesempatan untuk berubah”

“Masih ada jalan untuk mengejar impianmu, semua belum terlambat”

 

Bertahanlah sebentar lagi

“Segala rasa sakit yang kamu lalui sekarang hanyalah proses bertumbuh yang akan mempersiapkanmu meraih impianmu”

 

Jika bukan kamu yang menguatkan dirimu siapa lagi?, tidak semua orang benar – benar peduli padamu dan ingin yang terbaik buat kamu.

 

Jika kamu ingin menyerah…….

Ingatlah lagi….

“seberapa jauh kamu sudah berjalan dan segalanya yang sudah kamu lewati”

“Masa - masa dimana kamu tetap berusaha kuat meskipun sedang lemah”

“Masa - masa dimana kamu tetap berusaha bangun meskipun segalanya terasa berat”

“Masa - masa dimana kamu ingin menyerah tapi akhirnya kamu jalani juga”

 

Jangan Pernah Lupa….

“Betapa banyak pelajaran yang kamu dapatkan”

“Kekuatan yang kamu kumpulkan”

“Tantangan yang berhasil kamu menangkan”

“Ketakutan yang berhasil kamu taklukkan”

Semua itulah yang membentuk dirimu dan membawamu sampai sekarang ini. Jika ingat itu semua apa kamu tidak merasa menyesal jika kamu menyerah sekarang?

 

Ingatlah bahwa kamu special. Kamu mendapatkan tantangan yang berat bukan karena kamu tak berharga, justru sebaliknya, karena kamu special.

Cintailah dirimu…

Mencintai diri sendiri bukanlah egois. Mencintai diri sendiri artinya kamu menerima dan juga bersyukur atas segala kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirimu. Mencintai diri sendiri adalah langkah pertama untuk hidup bahagia, kamu mengerti bahwa segala jalan dan tantangan yang kamu tempuh adalah cara Tuhan untuk membentukmu, untuk menguji keimananmu. Apa yang kamu hadapi sekarang adalah bekal untukmu dimasa depan.

 

Sampai disini dulu ya tulisan kali ini, semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga yang membaca tulisan ini dapat membantu teman – teman semua untuk lebih menghargai dan mencintai diri sendiri dan aku harap kita semua dapat menghadapi dan bertahan disituasi dan kondisi apapun itu. Tetap berpikir yang positif ya kedepannya. Never give up, sampai jumpa ditulisan – tulisanku berikutnya. Big Thanks for you, Love You Guys 💗

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar